"terlalu banyak berharap itu ga baik buat kesehatan hati"-setidaknya saya berpikir demikian
Senin, 29 November 2010
Minggu, 28 November 2010
Rabu, 24 November 2010
terimakasih :)
kamu sudah melakukan lebih dari yang aku harapkan
kamu sudah lulus dengan nilai lebih dari yang aku prediksikan
maaf, mungkin caraku salah
tapi sekali lagi maaf, itu caraku :)
kamu membuktikan sesuatu yang pernah aku ragukan
kamu membuat detak jam beku sesaat malam ini
kamu penyihir ajaibku, yang mampu melarut muram
menghamburkan bias pelangi di kelabu malam
terima kasih
entah ada kata apalagi yang lebih pantas dari itu
jikalau pun ada, anggaplah sebagai hadiah terbaik dariku
aku tau, aku mempertaruhkan hal yang terlalu besar
itu karena aku percaya
hujan diam-diam yang aku teteskan, masih bisa kamu rasakan
hey kamu yang di sana,
kira-kira aku lolos casting FTV ga ya ?
:D
Selasa, 23 November 2010
aku tak ingin tau bagaimana caranya bersedih
jangan pernah ajari aku
aku ingin lupa cara merasakan sakit
jangan pernah ingatkan aku
tapi aku akan selalu tau,
hatiku punya ruang sendiri untuk semua resah
dan aku mohon wahai waktu,
jangan pernah isi ruang itu
aku tak ingin minta macam-macam lagi, Tuhan
tidak
cukup izinkan aku lupa caranya menangis
apa aku ?
apa kini kamu menyadari wujudku?
yang sejak kapan aku pun lupa ada di hadapanmu
di sampingmu
di belakangmu
menunggumu
apa kini kamu menyadari maknaku?
yang biasa kamu amati dari balik tabung kaca
sesekali kamu ajak bicara
bercanda
tapi kamu lupa, aku bukan boneka hiasan penghiburmu saja
kini, dalam segala genangan waktu
aku mencoba beribu mantra
tuk kembalikan hatiku seperti semula
mengumpulkan serpihannya
menyusunnya
memfungsikannya
dan masih tetap sama
ternyata aku belum bisa
dan aku kan bertanya,
"apa aku pernah menempati sepetak saja sudut hatimu?"
Senin, 22 November 2010
hujan. aku.
aku hujan
yang hanya akan bicara pada diriku
yang sepi tanpa api
yang tersia-sia di batas sunyi
aku ini hujan yang merindu padang dejavu
namun terbatas satu persoalan hati
tak ingin dicari
tak ingin dinanti
karena perlahan ku mencoba untuk mati
dari semua rasa yang dulu aku pupuki
aku ini hujan yang menggerimis tanah kehampaan
membiar luruh semua kenangan
terpaku pada satu alasan
yang sebenarnya diyakini sebagai sebuah keegoisan
aku ini hujan
hujan yang pernah menyejukanmu ditiap dahaga
hujan yang pernah menghujanimu dengan segala cinta
tapi kini tidak
aku ini hujan
hujan yang tidak lagi akan turun padamu
dan tak berani lagi menyentuhmu
hujanmu selanjutnya bukan lagi tetesan dariku
Sabtu, 20 November 2010
saya ga pernah mau ambil keputusan ini. kamu yang bikin saya memutuskan hal ini. saya ga butuh semua yang kamu janjikan itu. saya uda terlalu kecewa sama semua. ada hal yang ga kamu tau, ada sebuah luka besar di sini. di hati saya. saya sedang coba mengobatinya. tolong, cukup lakukan yang saya minta, jangan lagi buat saya terlalu banyak berharap. bukankah rasanya sakit ketika kamu mengharapkan sesuatu dari orang yang kamu percaya tapi ternyata harapan itu ga pernah diwujudkannya? apa masih bisa kamu taruh kepercayaan sama orang itu? saya rasa jawabannya "ngga". jadi apa salah ketika saya bilang saya udah ga percaya sama kamu?
kamu pikir mudah mengubah keadaan jadi seperti apa yang kamu mau? kamu pikir mudah buat saya masuk ke duniamu? berusaha mengerti ketika kamu tenggelam dan berenang bebas di dalamnya sedangkan saya sesak napas karenanya? kamu mau bunuh saya pelan-pelan dengan semua rasa kecewa yang seolah ga sadar selalu kamu selipkan di sini, di hati saya?
hey, saya memang bisa sabar. tapi sampai kapan kamu mau membuat saya terus jadi orang yang harus bersabar? sampai saya bahkan ga bisa membedakan yang mana sabar dan yang mana pasrah? atau bahkan tak peduli.
tolong, jangan buat saya berdiri di posisi sulit. kalau kamu ga terima, beri saja saya waktu buat ngobatin hati saya.
Jumat, 05 November 2010
untuk beberapa hal
untuk beberapa hal, mungkin kita perlu tuli
tuli dari segala godaan
tuli dari segala cercaan
tuli dari segala yang menjauhkanku darimu dan kamu dariku
untuk beberapa waktu, mungkin kita perlu buta
buta dari segala tatapan
buta dari segala kerlipan
buta dari segala yang menjauhkanku darimu dan kamu dariku
untuk beberapa hal, mungkin kita perlu buta dan tuli
tidak perlu buta dan tuli
tapi hanya perlu berusaha untuk mengerti
mengerti, jarak ada di sini
di sisiku, di sampingmu
Langganan:
Postingan (Atom)
